Wednesday, February 11, 2015

6. Initial Communication Establishment Procedures - 102 221 v8

Berikut diterjemahkan/diedit dikit dari ETSI TS 102 221 v8 untuk Bab 6 saja....
Istilah-istilah yang perlu diketahui :

  • Terminal = HP. HPnya terserah android, IOS, Mac, atw apa, intinya yang bisa pake sim card
  • UICC (Universal integrated circuit card) = Sim card. Contohnya kartu As, Indosat, simpati, xl, ataupun secure element, dsb..
  • PPS = Protocol and Parameter Selection
  • ATR = Answer To Reset

6.1 UICC activation and deactivation
Terminal atau HP harus mengaktifkan atau mendeaktif koneksi ke UICC (SIM Card) sesuai sub bab 4.5.2. Selama proses aktivasi suply tegangan-switching (seperti pada sub bab 6.2) harus dilakukan sebelum aktivitas-aktivitas yang lain yang tidak ada hubungannya dengan tegangan-switching ini.

6.2 Supply Voltage Switching
Terminal awalnya akan mengaktifkan UICC dengan kelas voltage terendah yang tersedia pada terminal. Jika tidak ada ATR yang diterima, UICC akan dideaktif dan diaktivasi kembali dengan kelas level tegangan yang lebih tinggi yang disupport oleh terminal. Jika ternyata kelas tegangan yang digunakan oleh terminal tidak disupport oleh UICC, maka terminal akan mendeaktif UICC dan mengaktifkannya kembali dengan supply kelas tegangan yang ditunjukkan oleh UICC. Jika ATR rusak, terminal akan melakukan paling tidak 3 kali aktivasi dengan kelas level tegangan yang sama sebelum UICC ini ditolak/direject/dideaktif oleh terminal. Dalam hal ketiga ATR tersebut rusak, terminal boleh mengaktivasi UICC tersebut dengan kelas level tegangan berikutnya.
6.2.1 Kelas Supply Tegangan
Kelas supply tegangan akan ditunjukkan oleh UICC pada ATR(TAi, i>2).
6.2.2 Konsumsi Daya oleh UICC selama proses ATR
Konsumsi daya maksimum oleh UICC selama berlansungnya ATR diperlihatkan dalam tabel di bawah :
Konsumsi daya oleh PICC selama proses ATR harus sesuai dengan kelas level tegangan yang ditunjukkan di ATR. Jika UICC dapat menggunakan beberapa kelas level tegangan, maka tiap kelas tersebut harus sesuai dengan maksimum daya konsumsi ATR yang ditunjukkan pada tabel 6.2a dan 6.2b. Hal ini dibutuhkan karena terminal sendiri tidak memperhatikan konsumsi daya dari UICC sebelum ATR diterima dan suatu applikasi di-select.
6.2.3 Parameter elektrik dari suatu Aplikasi
Konsumsi daya dari UICC bergantung pada kondisi operasi dan aplikasi yang sedang berjalan. Konsumsi daya ini dibatasi oleh nilai yang ditunjukkan tabel 6.2a dan 6.2b diatas sampai suatu aplikasi dipilih atau terminal mengaktifkan suatu interface altenatif yang menggunakan kontak optional. Suatu aplikasi dianggap telah di-"pilih" ketika kondisi aksesnya telah diverifikasi/diuji. Jika tidak terdapat kondisi akses dibutuhkan untuk suatu aplikasi, aplikasi tersebut dianggap telah di"pilih" ketika terdapat suatu perintah yang berhubungan dengan aplikasi telah dieksekusi dalam aplikasi tersebut. Perlu diketahui bahwa pemilihan aplikasi dan pelaksanaan perintah STATUS tidak dianggap sebagai perintah yang telah dieksekusi yang berhubungan dengan aplikasi ini.
Terminal mendapatkan informasi konsumsi daya aplikasi dengan memilih aplikasi tersebut. Nah setelah melakukan perintah select, terminal akan memperoleh respon/balasan yang salah satunya menunjukkan konsumsi daya aplikasi. Terminal dapat pula memperoleh informasi konsumsi daya tersebut dengan memberikan perintah STATUS dalam aplikasi yang akan mendapatkan respon konsumsi daya. Tiap aplikasi dapat menetapkan besar konsumsi dayanya masing-masing sampai batas maksimum seperti yang diperlihatkan tabel di bawah :
Jika suatu aplikasi pada UICC tidak memberikan konsumsi dayanya, maka terminal dapat menganggap konsumsi daya maksimum aplikasi tersebut sesuai dengan tabel 6.4 di berikut :
Tabel 6.4 diatas juga memperlihatkan supply power minimum yang digunakan oleh terminal ke UICC selama sesi aplikasi pada kecepatan clock maksimum.

6.3 Answer To Reset Content
ATR adalah byte string pertama yang dikirim dari UICC ke terminal setelah perintah reset dilaksanakan. ATR ini didefinisikan pada ISO/IEC 7816-3, pada apendix D dalam standard ETSI ini. Terminal seharusnya dapat menerima karakter interface untuk protokol transmisi selain T = 0 & T = 1, historical bytes dan check byte, meskipun T = 0 & T = 1 digunakan oleh terminal sendiri. T = 15 yang merupakan parameter interface global seharusnya dapat dikembalikan/dikirimkan oleh UICC.
6.3.1 Conding of Historical Bytes
Historical bytes memberikan informasi ke dunia luar bagaimana menggunakan card ini. Informasi yang dibawa oleh historical bytes dari UICC mengikuti aturan yang terdapat pada ISO/IEC 7816-4. Category indicator adalah byte pertama yang dikirim oleh UICC, nilainya adalah '80' yang berarti historical bytes dikodekan dalam object data COMPACT-TLV.
Informasi pertama yang dikirim kartu adalah object "card data service". Data object tersebut ditunjukkan oleh tag '31'. Informasi kedua yang dikirim oleh kartu adalah data object "card capabilities". Data object tersebut ditunjukkan oleh tag '73'. Data object yang lain adalah sifatnya optional.
6.3.2 Peningkatan kecepatan
Terminal dan UICC paling tidak dapat melakukan (F,D)=(512,8) dan (512,16) selain (372,1) yang merupakan default value. Selain itu, nilai-nilai yang lain dapat pula disupport oleh terminal dan UICC. Jika terminal meminta PPS yang mempunyai nilai selain yang telah disebutkan, maka prosedur PPS tersebut diawali sesuai dengan PPS yang diminta tersebut. Nilai dari F dan D diberikan oleh UICC pada TA1 di ATRnya.
Untuk menggunakan kecepatan transmisi yang lebih tinggi selain kecepatan yang disebutkan pada ISO/IEC 7816-3, table 6.5 di bawah memperlihatkan nilai transmission factor dari D yang UICC dan terminal yang dapat digunakan.

  • nilai tambahan DI ini akan terkait dengan FI = 1001.
Ketika nilai tambahan Di dapat disuppor, inteface yang digunakan harus memenuhi persyaratan pada tabel dibawah tanpa memperhatikan kondisi operasi yang digunakan.
6.3.3 Global Interface Bytes

Global interface bytes akan muncul setelah T=15 pada ATR. Keberadaan global interface bytes ini bersifat optional dan informasi tersebut dapat diketahui pada TDi (i>1) yang menunjukkan T = 15. Isi dan koding dari TAi pertama (i>2) setelah T=15 didefinisikan pada ISO/IEC 7816-3. Isi dan koding dari TBi pertama (i>2) setelah T=15 didefinisikan pada tabel di bawah :

6.4 Prosedur PPS 
Terminal dan UICC harus dapat menggunakan prosedur PPS agar dapat menggunakan parameter transmisi selain nilai default. Parameter alternatif tersebut ditunjukkan pada ATR. Penerjemahan dari paramter-parameter tersebut sesuai dengan ISO/IEC 7816-3 dan TBi pertama (i>2) setelah T=15 pada ATR telah disebutkan pada table 6.7 pada 6.3.3 diatas. Untuk PPS1, terminal akan memilih nilai dalam rentang yang ditunjukkan oleh UICC seperti didefinisikan pada ISO/IEC 7816-3 dan dilengkapi pada sub 6.3.2. Untuk PPS2, terminal akan memilih nilai sesuai dengan yang ditunjukkan pada TBi pertama (i>2) setelah T=15, PPS2 hanya akan digunakan ketika TBi pertama (i>2) terdapat dalam ATR. Koding dari PPS2 sama dengan TBi pertama setelah T = 15. Nilai yang dipilih tergantung pada fitur yang didukung oleh terminal. Isi PPS2 dikodekan dengan cara yang sama pada TBi pertama. Terminal yang tidak mendukung fitur-fitur yang ditunjukkan pada TBi pertama boleh tidak mendukung PPS2 pada prosedur PPS ini.
Ketika terminal tidak mendukung atau tidak dapat menerjemahkan nilai yang ditunjukkan oleh card pada TA1 ATR, terminal tersebut paling tidak dapat melakukan satu buah prosedur PPS yang menunjukkan kecepatan maksimum (Fi,Di) yang dapat digunakan sebelum melaksanakan PPS dengan menggunakan nilai default (372,1).

6.5 Prosedur Reset
Ada dua tipe reset yang disebutkan pada standard ini yaitu cold reset dan warm reset. Cold reset adalah reset pertama yang akan digunakan/terjadi setelah proses aktivasi dari suatu kontak. Warm reset adalah semua reset yang tidak termasuk dalam cold reset...wkwkkww....
6.5.1 Cold Reset
Cold reset dilakukan sesuai dengan ISO/IEC 7816-3 dan UICC akan memasuki mode negotiable. Setelah cold reset ini, status security juga akan tereset.
6.5.2 Warm Reset
Warm reset juga dilakukan sesuai dengan ISO/IEC 7816-3 dan UICC akan memasuki mode negotiable atau mode spesifik yang lain. Jika UICC memasuki mode spesifik, maka UICC akan menggunakan protocol dan interface parameter (Fi,Di) yang sama pada sesi sebelum warm reset. UICC akan merespond dengan ATR yang sama setelah warm reset dilakukan dalam sesi yang sama tanpa memperhatikan aplikasi apa yang sedang aktif. Setelah warm reset ini, status security juga akan ikut tereset.
6.5.3 Reaction to Reset
UICC yang dimaksud pada subbab ini dapat berupa Type 1 UICC dan Type 2 UICC. Gambar 6.1 di bawah memperlihatkan ilustrasi bagaimana setiap UICC merespond kepada cold atau warm reset.
Untuk lebih jelasnya dapat melihat appendix 1 pada standard ini.

6.6 Mode Clock Stop
UICC harus dapat mensupport prosedur clock stop. Mode clock stop ini ditunjukkan pada TAi(i>2) di T=15 ATR, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di ISO/IEC 7816-3. Untuk UICC yang hanya mensupport kondisi operasi kelas A, mode clock stop "not allowed" mungkin dapat ditemunkan, lihat sub bab 6.3. Jika UICC dapat mensupport kondisi operasi yang lain bahkan bersama dengan kelas a, mode clock stop seharusnya dapat disupport dan indikasinya diset sesuai dengan itu. Terminal akan mengikuti indikasi tersebut secara independent kondisi operasi yang ditunjukkan oleh card.
Terminal akan menunggu paling tidak 1860 clock cycles setelah menerima karakter terakhir, termasuk guard time (2 etu), dari suatu respon sebelum terminal tersebut mematikan clock (jika dapat dilakukan demikian). Terminal paling tidak akan menunggu 744 clock cycles sebelum dia mengirim perintah pertama setelah clocknya dimulai.

6.7 Periode Bit/Karakter dan Waktu Sampling
Periode bit/karakter dan waktu sampling yang ditetapkan pada ISO/IEC 7816-3 adalah valid untuk semua jenis komunikasi.

6.7 Error Handling
Jika karakter mandatory dari suatu ATR tidak ada pada ATR yang sedang diterima akan ini tergantung pada terminal untuk menentukan apakah UICC telah aktif atau belum, contohnya terdapat card yang mensupport suatu aplikasi tidak berdasarkan pada aturan distandard ini.
Jika, dalam pandangan terminal, UICC telah diaktivasi dan terminal telah menerima ATR dengan protocol yang error maka terminal akan melakukan perintah reset. ATR dengan protocol yang error ditandai dengan tidak adanya suatu karakter mandatory dalam ATR tersebut. Jika hal ini terjadi maka terminal akan mereject UICC sampai paling tidak 3 ATR dengan protocol error diterima.
Selama pengiriman ATR, deteksi error dan prosedur character repetition yang disebutkan pada sub bab 7.2.2.4 sifatnya optional. Untuk transmisi berikutnya yang berdasarkan pada T=0, prosedur tersebut sifatnya mandatory untuk terminal. Sedangkan untuk UICC sendiri, deteksi error dan prosedur character repetition sifatnya mandatory untuk semua jenis komunikasi yang menggunakan T=0.

6.9 Compatibility
Terminal yang hanya beroperasi pada kelas A dan compatible dengan electrical parameter yang disebutkan pada sub bab 5.1 akan beroperasi dengan teknologi smart card 3V sesuai dengan standard ini. Untuk kompatibilitas dengan terminal yang sudah ada, UICC digunakan pada aplikasi dimana indikasi kelas supply tegangannya berdasarkan pada prosedur respon STATUS (lihat 6.2.3) harus dapat mendukung indikasi kelas level tegangan pada ATR seperti yang disebutkan dalam standard ini. Dalam kasus UICC tidak mendukung indikasi suply tegangan, UICC akan diperlakukan dengan hanya 5 V oleh terminal.

No comments:

Post a Comment